Senin, 02 Agustus 2010

Pagi ini Kumengobrol dengan Ikan

Kumembuka jendela pagi.. langsung menoleh ke kanan-kiri tanpa sempat menikmati hembusan nafas pagi, insan yang masih segar dan suci. Ke kanan dan ke kiri, masih tak ada jawaban yang kucari, jawaban atas renunganku sebelum tidur kemarin hari.. Cemberut lagi bibirku ini.. huuh
akhirnya kumenengadahlah pada langit pagi...membuatku tersenyum. Padahal tak ada jawaban juga yang pasti..tapi menengadah ke langit membuatku tersenyum, mungkin karena iman dan harapan..

RRrrr!! Hmm,,, ahh...
Ku hampiri kolam kecil itu, airnya bening, tapi dasarnya berwarna gelap, jadi aku bisa melihat wajahku lewat cermin bening itu,hhmm.. wah,, banyak ikannya
ikan kecil-kecil beraneka warna itu menghampiriku. Baru tersadar olehku kemudian, Oh iya ya, ikan kan juga makhluk hidup, dia punya ruh juga. Dia pasti saling berbicara antar sesamanya, kenapa aku tidak berbicara pada mereka saja, mereka pasti akan mendengarkan, meskipun tanpa komentar,, hmm..aku berguman b=terus dalam hati,, tapi, ah, mana mungkin aku mau dianggap bodoh bicara dengan ikan.

"hai puteri cantik,,". Hah?? tiba-tiba aku terkagetkan, beberapa ikan itu menyapaku.
"Hai Puteri cantik, wajahmu kenapa cemberut begitu?" Apa?! itu benar-benar ikan itu yang berbicara padaku.. wah, dia memanggilku puteri, puteri cantik lagi,, setidaknya dia membuatku tertawa pagi ini.

Hai ikan-ikan yang baik,, aku akhirnya menyapa mereka juga. Aku menanyakan bagaimana cuaca pagi ini menuurut mereka, mereka bilang ini cuaca yang cukup baik, mengingat dalam bulan-bulan terakhir ini sering sekali turun hujan.
Ikan-ikan, kalian baik sekali telah menyapaku dan membuatku tertawa pagi ini, benarkah aku boleh bercerita pada kalian? Bolehkah aku bertanya pada kalian? ikan-ikan baik itu tersenyum dan dengan suara mungilnya menjawab. "tentu saja puteriku yang cantik.."
Aku mencelupkan beberapa jari kakiku ke dalam kolam, ikan-ikan itu menggerumpul dan memaksaku untuk memulai berkata-kata..

Ikan, bagaimana rasanya hidup di dalam kolam yang isinya air semua? apa kau tidak bosan? tanyaku sambil menggeser-geser tanaman eceng gondok yang merayun-ayun tenang di atas air.. mereka mengatakan, "hmm..tidak juga"
Benarkah itu? kalian memang makhluk yang mudah bersyukur kalau begitu.. apakah kalian tidak penasaran dengan udara? apakah kalian tidak penasaran dengan makhluk-makhluk yang berjalan di atas tanah atau berterbangan di langit? Apa kalian tidak ingin tahu? Padahal kolam ini sangat sempit, dinding dan dasarnya berwarna gelap, apa kalian tidak bosan dan benar-benar tidak ingin berteriak??
"hmm.. dulu ya, kami penasaran.."
Lalu apa kalian pernah mencoba keluar dari kolam dan ingin melihat dunia luar??
"Hmm.. kami sebenarnya pernah mencoba tapi hanya sampai melompat beberapa sentimeter ke udara dan kembali lagi ke kolam. Sampai akhirnya kami sadar, kami tidak sendirian disini, ada banyak hal selain ikan di sini.."
Tapi apa?? apa yang menarik lainnya? kalian hanya ditemani beberapa eceng gondok di sini, batang kayu yang sudah mengering, batu-batuan di dasar kolam, daun-daun gugur yang masuk ke dalam kolam kalian...
"Puteri yang cantik dan pemurah hatinya, bagi kami, mereka bukan hanya eceng gondok, bukan hanya kayu kering yang usang, bukan sekadar batuan yang mengisi lantai kolam"
Lalu apa?? Aku kini mencelupkan pergelangan tangan kiriku ke dalam kolam,,
"ketika kami menganggap mereka terlalu sederhana, ternyata kami salah, karena sebenarnya mereka terlalu kompleks, bahkan selama kami di sini tinggal bersama mereka, kami belum bisa mengenal mereka secara keseluruhan,, kami jadi berfikir maka kami jadi sadar,, yang di kolam sekecil ini saja belum sanggup, apa lagi bila harus menjelajah daratan sana dan terbang melanglang buana di angkasa"

ooh,, begitu ya? ternyata begitu kah??

Aku mendekatkan wajahku semakin lama semakin dekat dengan kolam.
Lama-lama aku mencium airnya dan aku masuk ke dalam kolam itu..

ikan-ikan itu berteriak-teriak lucu "hai puteri,, hai puteri,,,"
Hahaha,, diamlah ikan,, aku ingin masuk ke kolam ini saja.. dengan tenang.

Minggu, 25 Oktober 2009

Beningku, Beningmu

Seperti biasa ku lalui hari-hari degan cara yang biasa, sederhana., standar, klasik, bagiku tidak ada yang spesial dari perjalanan hidupku ini. Terlebih perjalananku hari ini. Siang yang cukup terik ba’da Jumatan di sekolahku, huft.. helaku pada diri sendiri sembari melemparkan tubuh dan pandangan di teras masjid dan lapangan parker mobil yang terbilang luas. Ya, kata orang jika lelah maka pandangilah segala sesuatu yang berwarna hijau, katanya dapat menyegarkan otak yang penat. Benar saja, kusenderkan tubuhku, menyelonjorkan kedua kaki, melempar ransel abu-abu kumal yang dari tadi aku dekap di dada, menatapi pohon-pohon hijau nan rindang yang berada di pinggiran lapangan parkir, beberapa detik, tak lama ku mulai menundukkan pandangan kearah kakiku yang terselimuti kaos kaki putih yang sudah ada lobang-lobang kecilnya.. tanpa perasaan khusus aku memandangnya, bagi sebagian orang kaos kaki bolong dan tas kumal yang sudah menemaniku sejak aku SD kelas lima ini merupakan pemandangan yang jorok, tapi bagiku itu tidak penting – lebih tepatnya mungkin tidak terlalu jorok buatku.
Masih tidak bertujuan, aku mulai mengupil dengan khidmadnya sambil melihat sesekali anak ROHIS menggulung karpet dan beberapa diantaranya duluan kabur ke kantin. Hmm.. biasanya teman curhatku ada di sini, memang bukan teman dekat, aku juga bisa dibilang tidak banyak curhat dengannya, tapi aku cukup nyaman mendengarkan guyonan khasnya selama beberapa jam. Tumben.
Aku memakai sepatu kanvas hitamku dengan mengikatnya sekenanya, menyambar ranselku tercinta dan mulai melangkahkan kaki keluar pagar sekolah. Mungkin aku akan pulang ke rumah, mengharap dapat istirahat dan menikmati ikan cuek balado yang sering dibuat Ibu. Baru saja beberapa meter dari pagar, aku melihat sosok temanku melambai-lambaikan tangan sambil memanggil-manggil namaku.
“Afrizal! Afrizal! Ke sini!” Ia yang biasa disapa Tokek menginginkanku untuk turut bersamanya disalah satu warung kopi. Ku hampiri saja Ia dan tersenyum sekenanya seperti seorang paskibra ke arah teman-teman yang ternyata ada empat orang lainnya.
“Hei!” Sapaku basa-basi sambil duduk di pojokan. “Lagi pada ngapain, nih?” Kuangkat sebelah kakiku dan mengeluarkan komik One Pieces yang entah berapa kali sudah kuhatamkan.
“sstt.. ini kita mau beli minuman, lo mau ikutan kagak?”
“Minuman?”
“Iya, goceng-goceng seorang, ntar kita bagi rata kok semuanya, lo ikutan ya, Jal! kita kurang nih kalo gak sama lo!” Kali ini Gepeng yang nambahi berbicara.
“Oh, begitu..” Ku keluarkan selembar gocengan lecek dari saku celana abu-abuku. Tokek langsung merebutnya dan cabut buat beli tuh minuman haram.
Tokek datang, dan mereka minum-minum. Ini pemandangan biasa buatku, semenjak SMP aku sudah mengenal kehidupan anak-anak kurang kasih sayang ini. Aku meneruskan membaca tanpa peduli dengan sekitarku.
Tiba-tiba cuaca panas meminta kerongkonganku untuk diguyur air, tanpa alasan aku menenggak miras itu. Huek! Pahit, apa enaknya! Aku melanjutkan membaca komik.
Berlanjut seperti biasa anak-anak mulai beler, tiba-tiba ada sesosok pria berseragam PNS yang biasa kami kenal mengajar di kelas kami datang menghampiri. Pak Kus. Ia melihat kami berenam, wajahnya merah semerah udang rebus kemudian memberi isyarat agar kami semua mengikutinya. Sang pemilik warung hanya mengintip kejadian ini dari balik tirai. Dengan berusaha sadar teman-teman mengikuti langkah Sang Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan itu. Saat itu hanya aku yang tidak mabuk.
☺ ☺ ☺
Sepuluh hari pascaskorsing yang menimpaku. Kini aku mulai masuk sekolah lagi, dengan perasaan sedikit canggung, bukan karena masalah skorsing ini, aku sih merasa tidak bersalah karena aku tidak meminum –baiklah, mencicipi seteguk - arak murahan itu, tetapi memang salah juga karena berada di TKP waktu itu, melainkan karena rambut yang hanya tiga senti ini bertengger di kepalaku membuatkau merasa konyol.
Semua guru rata-rata sudah tahu kasusku, rata-rata dari mereka kecewa denganku, tapi sebagian masih bersyukur karena aku tidak ikutan beler bersama yang lain, jadi skorsku tidak selama kelima bocah yang lain.
Hari ini jadwal wali kelas merombak tempat duduk kami. Aku dapat bagian yang agak belakang, bersama Erdian, cowok tajir seangkatanku. Kami memang sudah cukup akrab. Kami mengobrol. Dan pembahasannya adalah, kasusku. Hingga menceritakan kekecewaan Ayah, Ibu serta Abang dan Kakakku atas kasus ini.
“Terus kenapa kamu masih ikut duduk di sana? Mending pulang,kan.” Seorang anak perempuan berjilbab lebar yang duduk di depanku menoleh kearahaku dan Erdian, ia yang memotong sekaligus menutup pembicaraan ini. Tidak disangka ternyata Linda cukup peka dan simpati pada temannya, dengan tidak terduga mendengarkan ceritaku pada Erdian, yah, meskipun aku tidak kenal dekat dengannya.
Aku memandangnya dan menjawab hanya dengan senyuman. Sang bidadari manis itu hanya memandangku sebentar, kemudian menghela nafas, ia seperti paham dengan jawabanku, “sayangnya.” Ucapnya pelan tapi cukup jelas.
Aku hanya memandanginya yang sudah membelankangiku lagi. Bukan hanya karena perempuan ini yang seperti memahami arti dari jawaban senyumku tadi, tapi jawabnnya “sayangnya” yang ia ucapkan juga cukup untuk menyadarkanku kembali.
☺ ☺ ☺
Dahulu, waktu SMP. Aku masih teringat mentor pertamaku, Mas Gugun yang berwibawa, tenang, dan juga ganteng. Dulu di mata kami anak kelas dua SMP beliau bagai panutan dalam segala hal. Cara beribadah, cara berpakaian, hingga cara berbicara didepan umum, beliau berkata, bahwa kitalah para calon generasi yang mewarisi peradaban robbani! Saat beliau mengatakan itu kami semua merasakan energi keimanan yang dahsyat mengalir di tubuh kami. Dan itu terbukti dari semua orang yang tahu aksi hebat kami sebagai anak ROHIS, dulu.
“Semua manusia itu sama seperti halnya gerigi sisir .” Kata Mas Gugun, melihat kita cengo ia becap lagi, “begini aja, setiap muslim itu merupakan cerminan bagi saudara muslim lainnya, jika kita ingin melihat apakah seseorang itu baik, maka lihatlah teman dekatnya. Begitu pula apabila kita ingin menjadi seseorang yang baik, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik pula.”
Aku teringat beberapa sahabatku sesama aktivis di ROHIS SMP waktu itu, Ridwan, Majid, Bobby, dan yang lainnya?! ah…dimana mereka sekarang? Aku telah meninggalkan mereka semua dengan alasan yang tidak jelas, hanya karena ingin melihat dunia dari sisi yang lain. Tapi kenyataannya bukan dari sisi yang baik.
Aku berkaca pada teman-temanku yang tertangkap di TKP kemarin. Hinakah diriku ini? Sebening apakah diriku ini sesungguhnya?
☺ ☺ ☺
Aku makin bingung tentang apa yang harus ku perbuat. Seketika aku ingat Linda Si Perempuan Manis yang sepertinya begitu paham dengan masalah ini, ia juga sangat baik hati, pasti mau membantuku.
SMS pun terkirim ke nomor Linda.
SORI KLU GNGGU U. LIND, TLNG GW. GW HARUS TOBAT SKRNG!!
Hanya kata-kata itu yang mampu ku ketik saat itu, sepertinya sedikit konyol. Tapi memang aku sudah sangat bingung. Linda pun membalas sms dengan cepat.
ALHAMDULILLAH. ALLOH MENDENGAR DO’AKU. OK!
SLAMA NI AQ DTITIPIN KM SM MASKU, MAS GUGUN!

Rabu, 29 Juli 2009

Tentang Metro Hari Ini - Kemarin Sore


Kemarin saya menonton TV, ya.. sesuatu yang bermanfaat buat saya. Mencari ispirasi. Kemarin sebangunnya saya dari kasur - dari tidur sore, langsung saya sambar remote TV yang tergeletak tidak jauh dari tangan saya. menyalakan TV, berganti2 channel dan sampai di METRO TV, tertatik nntuk mengikuti pembicaraan METRO Hari ini, waktu sore, saya gak tau jam pastinya, tapi sih kayaknya sekitar jam 5 sore, yang jelas waktu itu saya sedang menunggu maghrib.


Sangat menari karena kalimat yang disampaikan oleh pembawa acara kala itu Eva Julianti yang mengatakan, bahwa Metro Hari ini akan menghadirkan seorang ahli dalam bidang ilmu bawah sadar dan mengaitkan dengan kasus teror di Hotel Ritz Calton dan JW Mariot, yang mengungkapkan adanya dugaan bahwa pelaku bom ketika melakukan aksinya berada di alam bawah sadarnya, ketika ditanyakan kepada narasumbernya, sayangnya saya lupa namanya, bahwa kesimpulan itu Ia raih dari hasilnya menonton tayangan CCTV yang terekam beberapa menit sebelum kejadian. Ketika ditanya dari mana Ia dapat menilai itu? Dijawab oleh sang narasumber, "dari gerak tubuhnya, 100%, ya!" . Semakin menarik saya. Kemudian iklan.



Disela-sela iklan, saya melamun, wah..wah.. ada-ada saja, coba mau saya lihat 'sepakar' apakah dia dalam bidang Ilmu Bawah Sadar atau yang populer dengan sebutan Ilmu Hipnotis, kontan saja saya teringat sosok Romy Rafael Sang Master Hipnotis, hahaahaa,, tapi tuh orang gak dapet gelar Master seperti Romy, entah karena kemampuannya atau karena tampannya. Romy Rafael kan cakep.



Lanjut menonton, diawal pembicaraan sang narasumber mengatakan bahwa sebelum berbicara tentang alam bawah sadar, brainstorming alias cuci otak, terlebih dahulu ia ingin menyampaikan bahwa ia telah memiliki sebuah buku pegangan yang mungkin tidak dimiliki oleh banyak orang, buku ini diakuinya, ia dapatkan dari salah satu 'pasiennya' yang telah dicuci otaknya alias telah terprogram dibawah alam sadarnya oleh sekelompok jaringan teroris yang telah berhasil ia sadarkan kembali, kemudian si 'pasien' ini bercerita dan memberikan bukunya yang ada sekitar 4 jilid (kalo gak salah), Handsbook of Al-Qaeda. Sontak saya makin tertarik.



Sang narasumber mengatakan dari buku tersebut tidak akan dia bahas semua, melainkan ia fokuskan para sistem perekrutan calon 'pengantin' - yakni orang yang akan menjadi pelaku bom - karena menurutnya itu merupakan kapasitasnya sebagai seorang ahli ilmu bawah sadar. Kemudian ia perinci lagi, ada 6 tahapan yang harus dilalui para calon 'pengantin' ini. Salah satunya mereka harus mempunyai sifat yang tenang. Dia memperinci lagi, "secara garis besar, orang yang akan dididik sebagai calon 'pengantin' haruslah orang yang rapi iman.". begitu ia berkata dengan landasan Handsbook of Al-Qaeda.



Menurutnya lagi, seorang yang bisa dibrainstorming tidak berarti dicuci otaknya, dihapus ingatannya dan dimasuki identitas baru, tetapi bisa saja orang biasa yang disusupi informasi-informasi baru di alam bawah sadarnya kemudian menjadi realita bagi diri si pelaku.



Lebih lanjut lagi ia menjelaskan alasannya, bahwa orang yang sudah rapi iman menurut mereka tidak akan mudah dicurigai, bahkan oleh orang-orang sekitarnya. Kemudian orang itu dididik imannya, mentalnya dan seterusnya dan seterusnya. Kemudian diberikan pelatihan-pelatihan mental dan fisik (pada sesi kali ini diperlihatkan tayangan pria-pria yang sedang berlatih militer ditengah hutan dan lapangan, mengenakan penutup kepala dan meneriakkan takbir). Pelatihan fisik ini memang benar-benar dilakukan selama beberapa kali, difungsikan untuk membuat sugesti sang peserta didik agar berada di titik 'hampir mati', menurutnya ini penting untuk membiasakan sang calon 'pengantin' merasakan perasaan yang normal - tidak panik, tidak kikuk - ketika ingin melaksanakan misi yang membahayakan keselamatannya sekalipun. Dan katanya pada latihan fisik itu pun tidak jarang 1 dari 10 pesertanya mati.



Para bidikan ini akan diberi pengetahuan yang baik tentang iman, lama-lama akan dibawa pergi, diasingkan, dipindahkan tempat tinggalnya selama beberapa waktu.



Pelatihan dan pendidikan pun dilakukan selama 3 tahun katanya. Sambil disugestikan bahwa bunuh diri yang semula dosa dapat berubah menjadi syurga. Begitu Sang narasumber berkata, dan lain-lain yang bakal lama buat diketik di postingan ini.



Tak lama saya menonton tayangan ini dan akhirnya adzan maghrib, kemudian saya matikan TV, bersiap wudhu dan sholat. Tidak saya lanjutkan menonton. Karena kalo nonton akan bikin hati tambah dongkol dan juga dimarahi sama Ibu, "udah maghrib kok masih nonton!!".



Dongkol kenapa? Tebak saja. Orang itu begitu mengagung-agungkan bidang keilmuannya, dan berbicara dengan mudahnya seperti seorang materialis. Karena kata-kata tidak langsung yang ia sugestikan adalah:
1. Waspada terhadap bentuk aksi belajar-mengajar tentang islam. Intinya Islam yang dicurigai dan dibawa-bawa lagi.



Bukannya saya ini teroris. Tapi kasihan orang-orang yang harus memilih untuk tidak datang ke pendidikan-pengajian mengenai Islam yang sesunggunhnya. Seharusnya kan biarkanlah orang-orang itu belajar Islam! biar gak sesat!


Gambar nyomot dari sini dan sini tanpa permisi.

Rabu, 01 Juli 2009

kucing lainnya

Seperti biasa postingan Photograf kalo gak ada ide,, hehe,,





Kamis, 04 Juni 2009

Sebuah Blog dan Rengungan


Panjang memang perjalananan saya tentang blog ini. hehe,
sebuah renungan akhirnya yang dapat tertuliskan juga disini. Dulu, awal ngeblog saya memang nggak sengaja, tapi saya nda nulis minat di postingan kali ini, rencananya memang mau buat Sebuah Blog dan renungan part 2 hehe..

Renungan, selama saia malang melintang di jagad blogsphare ini, banyak macam dan rupa blog maupun blogger yang beredar di seluruh mancanegara, terutama di Negeri Indonesia ini yang saia amati, karena yang bahasa asing saya sulit membacanya (membacanya saja susah). Mulai dari warna-warni blognya maksudnya bener2 warna templatenya, dan gak hanya warna-warni templatenya saja, tapi juga desain, keperluan, postingnna juga bermacam rupa.. ada empu blog (blogger) yang postingannya selalu membawa identitas idealismenya, ada juga yang membawa dirinya apa adanya saja, ada yang lebih lucu lagi ngeblog dengan karakter pribadinya yang berbeda dari karakternya di dunia nyata, entah maksudnya melampiiiaasskan kepribadiannya yang diinginkan tetapi nggak diharapkan teman2nya di dunia nyata saia nda ngerti,, yang jelas mereka semua punya keunikan tersendiri, itu dalam hal karakteristi yang menjadikepribadian blog yang digawngi sang empunya ini. Sampai ke Blogger yang sudah pada level 'artis', terkadang sedikit heran saya, padahal yang diposting nggak penting2 amat, tapi dalam aktu menit pulihan komen masuk ke postingannya, dan orang-orang berebut untuk mendapat posisi komen pertama.
Lain halnya lagi dengan peuntukannya, ada yang ngeblog buat curhat blass,, ada yang nyari nafkah dengan mengAdsensenya, ada yang penggemar, ada juga yang nyari ketenaran lewat blogging.
Memang yang namanya informasi jamn sekarang sudah maju, tidak hanya dalam hal mendapat informasi, tetapi juga menyuarakan (menyampaikan) informasi. Intinya blog memang banyak manfaatnya, jika dibawa ke jalan yang benar, begitu pula sebaliknya.
Masalahnya saya belom tahu sampe sekarang, ini Blog mau diapain ya?

gambar nyomot dari sini

Kamis, 05 Maret 2009

SIMAK UI





SEDERHANA SAJA..

BUAT TEMAN - TEMANKU..

LIHAT LINK INI DAN DAPATKAN BANYAK BANTUAN ALL ABOUT SIMAK

MULAI DARI KUNCIJAWABAN SAMPAI LAIN-LAIN..

BELAJAR DAN BERMAIN

Beliau sang empunya blog ini selain orangnya ramah, juga baik hati serta rajin belajar dan juga bermain,, hehe.. lihat saja filosofinya tenyang belajar - ups.. atau tentang bermain ini - Belajar dan bermain itu hubungannya sangat erat. Orang tidak akan belajar kalau tidak bermain, dan tidak akan bermain kalau tidak belajar. Yang paling baik adalah menganggap bahwa belajar itu adalah permainan. nah, bagaimana .. sodara-sodara tertarik bukan untuk nengok kekediaman beliau ini.. apa lagi jika sodara sekalian sudah menikmati santapan lezat yang ia hadirkan secara informatif dan dapat memuaskan hasrat sodara-sodara yang malas googling tetapi ingin mendapat info-info lengkap tentang SIMAK UI yang memang menjadi kontroversi..
Nah selamat memanjakan diri, dan hati-hati di jalan.
masa depan itu ada pada masa depan.. hehe..

salam sukses selalu..
gambar nyomot dari sini tanpa permisi

Kamis, 12 Februari 2009

Lanjutan ngebahas V-day...

ini link-link teman saia, lanjutan yang lebih kuat untuk temen-temen semua baca,,
disini termuat kronologis sejarahnya.. semoga bermanfaat buat kita semua...

yanuarcatur

referensiislam

Selasa, 03 Februari 2009

V-Day's emang buat Loe??

valentine's day,,

mudah-mudahan artikel saia ini gak membuat kekacauan untuk yang kesekian kalinya ketika terbit di mading skul, atau ketika dijadiin selebaran di acara seminar yang pembicaranya saia sendiri,,, (hahai..)



“Hari Valentine tuh hari dimana setiap orang dapat menunjukkan semua emosi cintanya. So, menurut gue ga’ ada salahnya kita ngerayain!”

Begitu kira-kita kebanyakan remaja masa kini yang menjawab pertanyaan, “Apa pendapat lo, tentang V-day – Valentine’s day?”

Bahkan ada yang bilang. “duh, itu artinya gue harus nyiapin cokelat dong! Pastinya gue harus puasa dulu..coz ogut ga’ punya kocek yg cukup buat beli ini dan itu sebagai atribut pengungkap cinta..”

Hiks..hiks.. miris rasanya hati ini ketika ‘hari gini gitu’, masih ada aja para kaum muda-mudi – terutama cewek, masih sibuk nyiapin hari valentine. Apalagi diantara muda-mudi yang nge-raya-in 14 Februari sebagai hari kasiih sayang itu adalah kaum Muslim&Muslimah..

Lho… emangnya kenapa?? Apa salah kalo kita ngungkapin rasa cinta pada sang kekasih??

Sst…nih, temen2, begini nich bahaya-nya, kalo kita ga’ banyak tahu.. Kalo emang kamu2 punya prinsip segala sesuatunya itu bermakna, apabila kita tahu maksudnya..

Usut punya usut ternyata V-day itu Berasal dari kaum nasrani (Keristen), Menurut beberapa referensi, ensiklopedi dan artikel, TERBUKTI bahwa Valentine berasal dari nama seorang pendeta yaitu St. Valentino yang dihukum mati akibat menentang Kaisar Claudius II yang pada saat itu melarang pernikahan dikalangan kaum muda.

Banyak versinya, ada yang bilang kalo dia itu matinya tanggal 14, ada yang bilang lahir tanggal 14 dsb. Intinya, dalam Islam ga pernah ada kisahnya, deh!

Menurut sebuah hadits :

“Barang siapa yang mengikuti kebiasaan suatu kaum, maka ia termasuk golongannya”

Nah loh! Berarti kalo kita ngerayain V-day, padahal kita tidak meyakini agama nasrani, kita juga termasuk golongnnya! Naudzubillah min dzalik! Nggak banget deh! Itu sih namanya masuk neraka pake tiket expres! Mari sekarang kita semua ber-istighfar atas kesalahan kita yang telah lalu, semoga Allah Yang Maha Pemurah, mau memaafkan ke-khilafan kita yang terdahulu, amin! (dengan diiringi tobat tentunya! Sama aja bohong dong kalo nyesal ga’ didiringi taubat!)

Begini, nih.. misal temen sekelas kita ada yang noni, kemudian karena merasa ga’ enak – atau segudang alasan lainnya, kita ngucapin selamat hari raya kepada dia. Nah, itu juga termasuk kategori orang dalam hadist di atas.

Hendaknya, kita sebagai Muslim berbangga hati dengan Agama kita, tidak menjadi orang-orang yang ikut-ikutan, atau bahkan menjadi tidak berpegangan. “berpegenag teguh-lah kamu pada tali agama Allah..”

Islam ya Islam, ga usah neko-neko!

Jangan, deh.. kita ngikut-ngikut mereka, hal itu akan membuat mereka senang, jangan mencontoh mereka karena bisa-bisa kita kepeleset dan nyasar udah gitu nyasarnya di jalan yang salah pula! Dalam bahasa lain MURTAD.. masya ALLAH!! Murtad karena ikiut-ikutan tradisi suatu agama bukanlah hal yang skandal lagi!

Padahal ALLAH udah ngasih keterangan:

“ Hai, orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang dzalim.” (Al-Maidah:51).

Tuh..kan. kembali ke V-day.Kalo kita berkasih-kasih pada hari yang sudah ‘dicap’ sebagai hari ala nasrani’s berkasih-kasih ria… gimana? Nih, jawabannya..

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mudilah: 22)

Sama-sama ngerayain V-day berarti dia orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, hih… masuk neraka dong!

Kelalaian kita dengan alasan, ‘kan cuma Valentine!’. Harus diwaspadai itu berarti kita turut merusak generasi penerus bangsa. Iya dong.. ini kan berarti turut mewarnai pola hidup ala kafir. Mulai dari hal yang ‘sepele’ menjalar kepada hal-hal yang…. Naudzubillah min dzalaik! Mulai dari Valentine menjalan ke-kemurtadan! Oh, NO!

Kesimpulan:

1. Seorang muslim dilarang meniru-niru kebiasaan orang di luar Islam.

2. Haramnya mengucapkan selamat hari raya kepada mumat selain Islam. Agama apapun, dan acara apapun.

3. Valentine day adalah HARAM.

Billahi Taufiq wa hidayah. Amin.

Senin, 19 Januari 2009

Tentang Nulis...

Nulis....
entah kenapa sekarang menulis itu tidak semudah mengucapkan kata-kata...
hehehe,,, kalo dulu menulis itu terasa lebih mudah, beneran deh... kalo gak percaya tanya aja sama Abahku... (wong beliau bilang tulisanku bagus,kok...mungkin sebagian dari kalian bilang: ya iyalah,,,elu kan anaknye!)
ada yang punya solusi???
heg,,heg,,,

do'anya ya... semoga kemampuanku bisa kembali..

Rabu, 14 Januari 2009

PALESTINA,,

KETIKA MPOSTING INI,, SAIA DALAM KEADAAN GETIR, LELAH, BINGUNG,, bukan karena habis ngurusi template selama berjam-jam and berhasil untuk gagal.... tapi lebih karena kegalauan hati ini akan Palestina kita, Al-Quds kita...

dimana kita saat ini?!

saat ngeblog kali ini saia sambil ndengeri berita di TV yang ditonton oleh ibu saia, meski saya berada di salam kamar saia bisa mendengar suara penyiar berita itu bertutur jelas,,, bagaimana saudara-saudara kita terus di bom., bukan hanya yang warga sipil, bahkan kru medis yang hendak menolong pun ditembak oleh yahudi laknatullah'alaihim. lengkap sudah!

saudaraku, pedulilah kepada Palestina sebagai kepedulian akan Hari Akhir...tapi kali ini saia nggak akan ngebahas kali ini...

teman-teman baca saja postingan saia yang lalu..disini..

sedangkan apa yang kita lakukan disini..

Wallahu'alam...

Allahumangsurilmujahidinafifilisthin..

dari jam 6 sampe jam 10 malem...

template itu menyiksaku...
AKHIRNYA JADI SEPERTI INI DULU........



MOHON DO'ANYA.....
bukan hanya untuk saia..
tapi UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA DI PALESTINA!!!! DEMI ALLAH, BANTULAH MEREKA.

Senin, 29 Desember 2008

Bahagia itu ya sama orang yang disayang


Suatu kebahagiaan ketika kita bersama dengan orang yang kita sayangi dan ia pun menyayangi kita....
sedikit sedih jika orang yang kita sayangi berada jauh dari kita. tapi lebih menyedihkan lagi bila ia berada didekat kita, tapi ia tidak menyayangi diri kita seperti kita menyayanginya dengan ketulusan dan kejujuran....

i just want to say i love you all, ukh..

Allhamdulillah

Alhamdulillah,,
subhanallah,, walhamdulillah....
senang sekali... setelah lama ndak bisa ngeblog lagi dikarenakan saia kena iseng orang jadi password saia keganti...


wah wah...
pokoke senang!!!

saia berjanji akan membuat isi blog ini membahagiakan orang lain yang membaca dan yang paling penting membahagiai diri saia sendiri selaku empunya site ini...

mohon do'anya ya...

-salam hangat selalu di malam yang dingin-

Rabu, 03 September 2008

Baik,,, sesuatu yang Sederhana

Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, , dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. (Al-Baqoroh:103)

06.59 (sori, baru inget ngasihtanggal penulisan, jadi jam yg tertera disini kurang tepat)

Seringkali muncul dibenakku apakah aku ini orang baik? Orang-orang banyak yang bilang bahwa diriku ini baik. Padahal aku sendiri tidak tahu diriku ini baik atau tidak, alasannya sederhana saja, karena aku tidak tahu seperti apa itu ‘Baik’.

Akhirnya kuputuskan untukmencari tahu baik itu seperti apa? Tapi bukan dengan bertanya pada orang “apakah aku ini baik?” atau “apakah aku ini orang yang baik?”. Sebalumnya izinkan aku mengulas sedikit kenapa aku lebih memilih untuk bertanya daripada studipustaka atau“googling”. Alasannya ada beberapa:

1. Saya wanita

Pernah baca buku Men from Mars and Women from Venus?? Disana tertulis apabila sedang tersesat dijalan pria cenderung mencari jlan keluarnya sendiri dengan memperhatikan keadaan sekitarnya, sedangkan wanita akan cendenrung bertanya pada orang yang dilaluinya. (hehe..)

2. Saya mempunyai banyak teman yang saya percaya mereka selalu “berbuat baik”, khususnya yang saya rasakan pada diri saya. Dan saya percaya bahwa mereka semua menyayangi saya. (bahkan rela diganggu malem-malem..:P)

Berikut beberapa yang dikatakan temanku..

“Dia yang bisa menghargai sesuatu yang patut dihargai mungkin bisa dibilang baik.”

“Baik bisa berarti terpuji, tapi bisa berarti kesanggupan”

Orang baik adalah seseorang yang melakukan perbuatan baik kepad siapapun disaat siapapun tersebut membutuhkan ”Sebuah Kebaikan”

“Orang baik selalu berbuat baik karena memang itulah dirinya, bukan karena maksud tertentu” ORANG BAIK SULIT DITEMUI, TETAPI ORANG YANG BERBUAT BAIK MUDAH DITEMUI.

Bagaimana kita dapat mengetahui kalau seseorang baik atau tidak?? Nah, ilustrasinya kurang lebih seperti ini..

Baik itu tergantung bagaimana si A menanggapi perbuatan baik si B, tapi mameng si A tahu isi hati si B? kalau memang si A tahu isi hati si B, apa si A tahu nurani si B?

Lho..loh..loh..?? emang nurani sama hati itu berbeda ya?? Bukannya banyak orang yang bilang “dia itu mempunyai hati nurani yang baik”

Gini penjelasannya: Hati itu perasaan kita yang biasa saja, sedangkan nurani itu “lubuk hati yang terdalam” . Kadang hati dan nurani itu tidak sinkron, yaitu pada saat kita ragu-ragu..

Nah,nah… sabar saudara-saudara.. dengan sabar kita akan mendapatkan akhir yang lebih membahagiakan, itu yang saya percaya, karena Allahuta’ala berjanji begitu.. :P

“Kebaikan adalah Ketenangan” apabila kita berada didekat orang yang baik kepada kita tentu kita dapat menjadi tenang, bukan? Apabiala kita selesai melakukan “sebuah kebaikan” patinya hat kit akan menjadi tenang,kan?

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat .(Al-fath:18)

Ada pertanyaan lagi (kan cara cari tahunya dengan bertanya;). Kalau ada pertanyaan “apa kamu ini baik?” Jawabnya apa?

“yang menilai diri kita kan orang lain”

Lho…..padahal orang lain gak tahu hati kita, bahkan kita gak tahu nurani kita sendiri… tapi YANG MAHA TAHU tahu nurani kita. Dia juga tahu kok kalau kita semua mau jadi hamba-Nya yang baik..

Hmmmm…

1. Apa bedanya baik sama berbuat baik?

- Berbuat baik itu belum tentu baik, karena baik itu harus berasal dari nurani

- Berbuat baik itu bisa terpuji oleh orang, tapi yang baik itu tidak butuh pujian..

2. Bagaimana dengan orang yang berkata, “kamu itu baik sekali..”?

- Itu bisa berarti omong kosong, karena yang ia rasakan adalah sebuah kebaikan. Sedangkan yang paling tahu diri kita ini baik atau tidak adalah Yang Mengetahui Nurani kita..

Yang kutahu adalah diriku ini tidak tahu sepenuhnya apakah aku baik atau tidak baik. Yang aku tahu kepastiannya adalah aku selalu berusaha untuk menjadi baik. “… Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.( Al-Baqoroh:148), aku selalu berusaha menjadi baik. Meski sulit, meski terseok-seok…tidak apa-apa, karena.. baik itu ada di nurani..

“… Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”( Al-Baqoroh:110)

Ayo kita mulai menjadi baik. Dalam segala hal!! Temen-temen pasti bisa menyimpulkan sendiri, kan dari tulisn di atas…….

Special thanks to:

Richo (caPres RI ke-9 yg terpaksa jadi kaisar di Jepang karena dipaksa pa’denya..)

Faisal Syahrudin (ia akan selalu dihargai karena ia selalu menghargai sesuatu dengan begitu sederhananya, dasar bikin repot….untung waktu itu si achi gak nanya, “naqiya, anaknya Pak Udin mana??”)

Baik itu gak buruk..

Baik itu gak salah..

Tapi terkadang kebaikan dapat menimbulkan penyakit dikalangan mereka yang tidak mengerti tentang kebaikan itu sendiri..kebaikan dapat kita rasakan dengan nurani, dengan nurani yang bersih..

“…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( Al-Baqoroh:216)

Hidupku seperti Mentari

Musim hujan yang selalu basah dan lembab. Ya, selembab hati dan pikiran yang memenuhi ruang kehidupan dalam relung jiwa yang kosong. Semakin hari keadaan batin semakin brutal. Serasa pikiran dipenuhi masalah yang tak berujung-ujung. Menanti hal yang pasti, yang tak pernah ada kepastiannya, kapan. Sejak mencari jati diri dalam raungan alam yang sudah ternoda. Dimana terdapat ketenangan, kebahagiaan, dan kekuatan untuk kutempuh perjuangan?.

Hidup sudah berubah seperti mimpi. Tak pernah masuk akal. Memang seperti apa hidup yang semestinya? Tak tahulah bagaimana seharusnya opera kehidupan ini berjalan. Sudahlah hidup ini akan terjalani seperti air, air, ya seperti air, entah air yang berada di atas daun talas, air terjun-kah, air yang berada di jalur irigasi persawahan atau mungkin air yang berada di dalam teko yang tua yang usang, dan tak akan ditengok orang.

Kehidupan yang nestapa pun dimulai. Entah mengapa semua ini harus terjadi dan dilalui oleh kereta - yang dimana ku mengantri di peron yang tak pernah kuketahui bagaimana akhirnya nanti, sampai Sang Penjemput tiba di sisiku.

Tuhan, selamatkan hidupku, Tuhan, berikan yang terrbaik untukku. Tuhan, Tuhan, Tuhan. Kuingin sepenuh jiwa dan ragaku dapat mencintaiMu, mencintaiMu tanpa rasa yang lain selain mencintaiMu, bukan karena ku ingin selamat dalam perjalanan ini, bukan karena menginginkan balasan atas kebaikan ku selama perjalanan, bukan karena takut karena azabMu atas nestapa yang kuterima karena ku. Tuhan, Tuhan, Tuhan. Bagaimana kudapat meraihMu, Kuselalu menjerit bila mengingat cintaku padaMu tak pernah sesuci, tak pernah semurni yang Engkau ridhoi. Selamatkan aku Tuhan. Engkau, Engkau, Engkau, Tuhan, Tuhan.

Mulailah, perjalananku mendaki panasnya padang pasir, curamnya bukit hutan tropis, menggigilnya malam dan gerahnya siang. Harus kutempuh.

Kubuka kelopak mataku, berharap yang terjadi hanya mimpi konyol yang dapat terlupakan dengan tawa. Aaahhh… seandainya hidup ini memang semudah itu. Tak segara ku bangkit dari pembaringanku, rasanya ruh ini belum kembali ke jasad ini. Tapi yangharus kita sadari adalah kita ini diciptakan dengan ruh , bahkan aktivitasku ku jalani dengan ruh, karena jika hanya dengan jasadku,,, semuanya pasti tak akan pernah terlaksana…

Renungan sebelum Ramadhan

sebenernya ini postinagn tetal... coz,, baru sempet mosting.. habis didera berbagi sanlat-sanlat.. Alhamdlillah..

Bulan mulia kini telah tiba..

Allah wajibkan kita berpuasa… tahan lapar dan juga dahaga sejak fajar hingga maghribpun tiba…

Tak hanya lapar dan juga dahaga..jaga amalan dari keburukan.. ..jaga telinga yang tak baik tak di dengar,,, berkata yang benar dan jangan berdusta…

Marah jangan diumbar,

membuat kita bertengkar,,

coba latih bersabar..

agar hidup lebih benar…

yup, sebentar lagi ramadhan, tepatnya beberapa hari lagi akan ramadhan…pasti kebanyakan blogger kita akan menuliskan tentang ramadhan,, keistimewaan-keistimewaannya atau bahkan hal-hal yang biasa dialaminya selama praramadhan, ketika ramadhan, hingga pascaramadhan. Mulai dari libur ramadhan bagi anak sekolah,,, sampe ‘kemajuan’ jama’ah tarawih dari hari ke hari (makin lama shofnya akan semakin maju saja, karena semakin orang yang sedikit untuk bisa konsisten tetep sholat terawih), perang sarung, perdagangan ilegal petasan, mudik… etc.. yang pasti suasananya sangat kita rindukan..(disini saia tidak menyarankan – bahkan saia memboikot perang sarung dan petasan)

sebenernya bingung juga mau nulis apa.. tapi dari tidak ada postingan mengnai ramadhan ya saia posting saja tulisan ini dengan harapan bisa membantu yang membaca dan juga saia selaku penulisnya..

ini berisikan beberapa renungan yang pastinya akan membuat kita terhenyak sebentar memikirkan diri kita seorang… renungan yang secara sengaja AllahSWT kirimkan kepada saia melalui proses yg menurut nalar manusia berasal dari ketidak sengajaan…

ketika saia sedang membuka file2 lama di local disk saia, dalam sebuah tulisan berjudul: makalah ruqyah da’wiyah tulisan paman saia beberapa tahun yang lalu.. dalam pengantar makalahnya tercantum riwayat yang mengempiskan nafas saia sejenak… (Allah sedang mendidik kita..itu yg saia pikirkan,,)

Ketika Ibn Sirrin dilanda kesedihan, ia berkata : “Aku tahu penyebab kesedihan ini, yakni sebuah dosa yang aku lakukan 40 tahun yang lalu”. Ahmad bin Abi Hawari mengomentari, “Dosa-dosa generasi tabi’in disaat itu sedikit sehingga mereka tahu dosa manakah yang menjadi penyebab. Akan tetapi dosa kita banyak sekali sehingga kita tidak tahu dosa manakah yang menyebabkan musibah kita”.

Saia sadar,,bahwa saia hidup di dunia ini sebagai manusia, manusia yg tidak akan pernah lepas dari sebuah dosa, dari sebuah kesalahan.. begitu banyak tubuh ini digerogoti oleh kemaksiatan..jijik rasanya pada tubuh ini.. menjijikan. Hatiku yang tidak peka ini sungguh tidak lagi jernih seperti dulu..kotor,,,kusam,,keras,,,karena hal-hal haram yang ku pendam, karena sakit hati yang sepentasnya tidak boleh, karena hasutan malas yang mengayomi… pikiranku,, tidak lagi sejernih yang dulu tidak lagi sehebat pikiran yang dulu…

Tapi… tidak,… Allah sayang kita.. baca disini (tulisan teman saia yang saia rekomendasikan).

Kemarin sepupuku secara tiba-tiba mengirim sms seperti ini:

“Sesungguhnya Allah meninggikan derajat seseorang dg Al-Qur’an. Dan sesungguhnya dg Al-Qur’an pulalah Allah merendahkan derajat seseorang…”

Begh! Nancep! Bla,,bla,,bla,,, intinya mengingat seberapa sedikitnya kita berinteraksi dengan ayat-ayat cinta original dari ALLAH SUBANAHU WA TA’ALA.. hafalan kita, tilawah kita, tadabur kita… masyaAllah… mudah-mudah Ia yang Maha Penyayang masih mengizinkan kita untuk berinteraksi dengan Qur’an.. minimal selama ramadhan ini dapat menjadi momentum kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Terus saia bales: bagaimana caranya supaya kita dapat mencintai ALLAH lewat Qur’an-Nya?

Terus dia bales: bc KEUTAMAAN AL-QUR’AN di blog aqu

Terus dia sms lagi: Duhai kau! Yg msh brmain2 ddunia ini

Ingt,khdpn dnia ini a akn abadi

G puaskah km ats sgl kn’mtn?

Hhgg km hbskn waktumu u ksia2n

Ini dnia yg fana

Smw kn srna bl wktn tb

(format sms aseli)

Mudah-mudahan kita masih bisa merasakan nikmatnya bulan ramadhan ini, dan semoga kita tidak melalui bulan ini dengan hambar-hambar saja, tanpa ada rasa yang spesial atau tanpa malam dimana kita mangais-ngais dengan tangisan meminta ampunan-Nya.

Afwakuminkum.. Wallahu’alam bishowwab. Billahi taufiq wal hidayah. Asslamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sabtu, 16 Agustus 2008

Kucing manis_mfoto sendiri


ini foto-foto tanpa editan sedikitpun.
kualitas karemera handphone VGA
lokasi: Masjid Al-Muhajirin SMAN 109 Kak-Sel

Antara Goresan Hari dan Kesadaran

Hari - hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Jadikanlah hari - harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda - nunda perkerjaan tanda orang yang merugi. Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya"(Ibnu Jauzy,Al Muhdisy)

Saya dapet nasehat ini waktu dari paklek saya yang lagi menuntut ilmu plus mencari jodoh di negeri nun jauh disana,, waktu itu saya sedang chatting sama dia. wahahah kalo kisah dia mencari jodoh lucu juga! Dia sekarang – baru juga punya anak yang namanya Khansa Karimah…

Menunda-nunda pekerjaan memeang hal yang tidak diajarkan dalam Islam, kenapa? Karena ya jelas menunda pekerjaan berarti tidak mengindahkan waktu yang kita punya, bener, tho. Karena pekerjaan dan waktu adalah hal yang sangat berkaitan. Contohnya saja bila ada orang yang minta maaf karena tidak bisa menghadiri suatu undangan atau datang telat ketika rapat (maaf teman2, tapi emang waktu yang kita punya lebih sedikit daripada amanah yang kita punya…) kebanyakan dari kita akan bilang, “waduh, maaf, ya,,saya tidak bisa datang karena ada kesibukan ini dan itu..”. kan jarang banget orang gak dateng tanpa alesan yang jelas atau emang gak ngasih kabar, atau emang dia males dateng ke acara itu coz yang ngundang itu bermaksud nagih utang ke orang yang diundang..lho??

Kembali ke perkataan ibnu Jauzy tadi…hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan. Iya, bisa jika dianalogikan bahwa satu hari kita sama dengan satu halaman buku kosong, yang mulai kita tulis ketika kita mulai bangun tidur, pergi ke sekolah atau ke kampus atau ke kantor, berinteraksi dengan teman-teman kita baik yang kita kenal sampe yang Cuma kita sunggingi senyum dijalan. Hal-hal apa saja yang terlintas dalam pikiran kita, apa saja yang kita ucapkan dari mulut kita, mulai dari do’a masuk kamar mandi sampe mengkritik pemerintah, kepala sekolah, bahkan guru piket yang padahal tidak tahu menahu kenapa uang SPP semakin mahal. Hal-hal kecil hingga besar yang kita lakukan dengan tangan kita, dari yang terkecil seperti nandatanganin proposal kegiatan. Dan yang berpengaruh besar seperti mungut sampah (go Green earth!). semua kegiatan itu kita tuliskan penuh kedalam satu halaman buku tersebut hingga kita tertidur pulas lagi.

Jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik. Ya jelas dong! Masa kita niatin berbuat jelek setiap mau memulai hari! Sebabnya. Karena setiap hari setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap degupan jantung kita, setiap hirupan nafas kita, adalah amalan yang dinilai oleh Allah SWT, apalagi kegiatan-kegiatan besar yang kita lakukan seperti belajar disekolah, sarapan, tidur, hingga ngblog juga dihitung amalan, sekarang tergantung orang yang mengamalkannya, apabila ia sadar hidup di dunia ini adalah untuk beribadah yang jadi pertanggungjawaban di akhirat nanti, maka jadilah setiap gerak hidupnya amalan yang harus dia jaga dari kesalahan sekecil apa pun. Setiap amal kebaikan pasti akan berbalaskan kebaikan dan setiap amal keburukan pasti akan berbalas keburukan pula.

Kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda - nunda perkerjaan tanda orang yang merugi. Sering sekali kita dengar tenrtang ini. Kalimat lain yang mengingatkan kita adlah Waktu tidak dapat berulang kembali..

Dan barangsiapa yang bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya. Kemalasan membawa keterpurukan. Ya,, perlu dibahas, kata Thomas Jefferson kalo gak salah: Keberuntungan diperoleh dari kerja keras, semakin keras ia bekerja maka semakin banyak ia memperolahnya. Beberapa orang malas meragukan nasib, kebanyakan dari mereka merasa nasib atau takdir tidak memihak padanya. Padahal perkataan mereka adalah alasan belaka karena mereka gak mau berusaha.

Jadi kita simpulkan mau bagaimana membuka halaman selanjutnya?? Ya tergantung diri sendiri!!

Wallahu’alambishowab.

Ruang dan Waktu

Pernahkah terpikir olehmu???

Bahwa warna biru yang kulihat tidak sama dengan warna biru yang kau lihat atau dengan yang orang lain lihat..

Bahwa bahwa yang dimaksud tajamnya duri menurutku tidak sama dengan tajamya duri menurutmu..

Bahwa suara “apa” yang kudengar tidak sama dengan suara “apa” yang kau dengar..

Bahwa ketika aku mengucapkan “apa”, apa kau mendengar “apa” yang seperti kuucapkan?

Ya,, karena kita berada di dunia, jebakan dimensi ruang dan waktu yang sesungguhnya fana..

Semoga Allah SWt senantiasa memberikan pertunjuk dan hidayahnya kepada kita semua. Wallahu’alambishowab.

Puisi seperti manusia

Puisi seperti manusia Mereka semua unik

Dan beberapa dari mereka menggunakannya sebagai sura berbeda untuk bicara

Beberapa membuatmu tertawaDan beberapa membuatmu menangis

Terkadang kau tidak mengerti dalam kesunyian, mengapa

Dalam keramaianpun masih tak dapat dimengerti

Puisi itu seperti manusia

Kebanyakan dari mereka beritu kompleks

Terkadang seperti terlalu sederhana, sesungguhnya, tidak

Padahal kita tidak mampu menilai kulit dibalik kulit Tapi mengapa mudah membuat pernyataan tentang kulit, sok tahu

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008