Rabu, 29 Juli 2009

Tentang Metro Hari Ini - Kemarin Sore


Kemarin saya menonton TV, ya.. sesuatu yang bermanfaat buat saya. Mencari ispirasi. Kemarin sebangunnya saya dari kasur - dari tidur sore, langsung saya sambar remote TV yang tergeletak tidak jauh dari tangan saya. menyalakan TV, berganti2 channel dan sampai di METRO TV, tertatik nntuk mengikuti pembicaraan METRO Hari ini, waktu sore, saya gak tau jam pastinya, tapi sih kayaknya sekitar jam 5 sore, yang jelas waktu itu saya sedang menunggu maghrib.


Sangat menari karena kalimat yang disampaikan oleh pembawa acara kala itu Eva Julianti yang mengatakan, bahwa Metro Hari ini akan menghadirkan seorang ahli dalam bidang ilmu bawah sadar dan mengaitkan dengan kasus teror di Hotel Ritz Calton dan JW Mariot, yang mengungkapkan adanya dugaan bahwa pelaku bom ketika melakukan aksinya berada di alam bawah sadarnya, ketika ditanyakan kepada narasumbernya, sayangnya saya lupa namanya, bahwa kesimpulan itu Ia raih dari hasilnya menonton tayangan CCTV yang terekam beberapa menit sebelum kejadian. Ketika ditanya dari mana Ia dapat menilai itu? Dijawab oleh sang narasumber, "dari gerak tubuhnya, 100%, ya!" . Semakin menarik saya. Kemudian iklan.



Disela-sela iklan, saya melamun, wah..wah.. ada-ada saja, coba mau saya lihat 'sepakar' apakah dia dalam bidang Ilmu Bawah Sadar atau yang populer dengan sebutan Ilmu Hipnotis, kontan saja saya teringat sosok Romy Rafael Sang Master Hipnotis, hahaahaa,, tapi tuh orang gak dapet gelar Master seperti Romy, entah karena kemampuannya atau karena tampannya. Romy Rafael kan cakep.



Lanjut menonton, diawal pembicaraan sang narasumber mengatakan bahwa sebelum berbicara tentang alam bawah sadar, brainstorming alias cuci otak, terlebih dahulu ia ingin menyampaikan bahwa ia telah memiliki sebuah buku pegangan yang mungkin tidak dimiliki oleh banyak orang, buku ini diakuinya, ia dapatkan dari salah satu 'pasiennya' yang telah dicuci otaknya alias telah terprogram dibawah alam sadarnya oleh sekelompok jaringan teroris yang telah berhasil ia sadarkan kembali, kemudian si 'pasien' ini bercerita dan memberikan bukunya yang ada sekitar 4 jilid (kalo gak salah), Handsbook of Al-Qaeda. Sontak saya makin tertarik.



Sang narasumber mengatakan dari buku tersebut tidak akan dia bahas semua, melainkan ia fokuskan para sistem perekrutan calon 'pengantin' - yakni orang yang akan menjadi pelaku bom - karena menurutnya itu merupakan kapasitasnya sebagai seorang ahli ilmu bawah sadar. Kemudian ia perinci lagi, ada 6 tahapan yang harus dilalui para calon 'pengantin' ini. Salah satunya mereka harus mempunyai sifat yang tenang. Dia memperinci lagi, "secara garis besar, orang yang akan dididik sebagai calon 'pengantin' haruslah orang yang rapi iman.". begitu ia berkata dengan landasan Handsbook of Al-Qaeda.



Menurutnya lagi, seorang yang bisa dibrainstorming tidak berarti dicuci otaknya, dihapus ingatannya dan dimasuki identitas baru, tetapi bisa saja orang biasa yang disusupi informasi-informasi baru di alam bawah sadarnya kemudian menjadi realita bagi diri si pelaku.



Lebih lanjut lagi ia menjelaskan alasannya, bahwa orang yang sudah rapi iman menurut mereka tidak akan mudah dicurigai, bahkan oleh orang-orang sekitarnya. Kemudian orang itu dididik imannya, mentalnya dan seterusnya dan seterusnya. Kemudian diberikan pelatihan-pelatihan mental dan fisik (pada sesi kali ini diperlihatkan tayangan pria-pria yang sedang berlatih militer ditengah hutan dan lapangan, mengenakan penutup kepala dan meneriakkan takbir). Pelatihan fisik ini memang benar-benar dilakukan selama beberapa kali, difungsikan untuk membuat sugesti sang peserta didik agar berada di titik 'hampir mati', menurutnya ini penting untuk membiasakan sang calon 'pengantin' merasakan perasaan yang normal - tidak panik, tidak kikuk - ketika ingin melaksanakan misi yang membahayakan keselamatannya sekalipun. Dan katanya pada latihan fisik itu pun tidak jarang 1 dari 10 pesertanya mati.



Para bidikan ini akan diberi pengetahuan yang baik tentang iman, lama-lama akan dibawa pergi, diasingkan, dipindahkan tempat tinggalnya selama beberapa waktu.



Pelatihan dan pendidikan pun dilakukan selama 3 tahun katanya. Sambil disugestikan bahwa bunuh diri yang semula dosa dapat berubah menjadi syurga. Begitu Sang narasumber berkata, dan lain-lain yang bakal lama buat diketik di postingan ini.



Tak lama saya menonton tayangan ini dan akhirnya adzan maghrib, kemudian saya matikan TV, bersiap wudhu dan sholat. Tidak saya lanjutkan menonton. Karena kalo nonton akan bikin hati tambah dongkol dan juga dimarahi sama Ibu, "udah maghrib kok masih nonton!!".



Dongkol kenapa? Tebak saja. Orang itu begitu mengagung-agungkan bidang keilmuannya, dan berbicara dengan mudahnya seperti seorang materialis. Karena kata-kata tidak langsung yang ia sugestikan adalah:
1. Waspada terhadap bentuk aksi belajar-mengajar tentang islam. Intinya Islam yang dicurigai dan dibawa-bawa lagi.



Bukannya saya ini teroris. Tapi kasihan orang-orang yang harus memilih untuk tidak datang ke pendidikan-pengajian mengenai Islam yang sesunggunhnya. Seharusnya kan biarkanlah orang-orang itu belajar Islam! biar gak sesat!


Gambar nyomot dari sini dan sini tanpa permisi.

2 komentar:

Fatih mengatakan...

ah...gampang percaya

Ferdinal almunajat mengatakan...

hati-hati terhadap upaya-upaya pendiskreditan Islam dengan tujuan untuk membuat orang islam (terutama Islam KTP) sendiri pobi terhadap agamanya. belajarlah..Carilah kerahasian didalam Islam itu agar engkau mengetahui kebesaranNya. agar engkau nikmat bersamaNya amminn..semoga salam karunianya mengalir untuk umat

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008